BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Senin, 21 Maret 2011

Cepat sembuh, Nono!

"So... this is the last song from me sebagai request dari Rano a.k.a Nono, get well soon, No! Vienna Teng-I Don't Feel So Well... Enjoy and see ya next week!"

Playlist pun memainkan musik pesanan Rano itu, ya Nono si rekan kerja bawelku. Hari ini aku menggantikannya siaran.

Haduh... gue mencret2, Lon... gantiin Shiny Sunday gue ya bebeb... muah mmmmuah, Vienna Teng as the last song, pleasseee... :D

Begitulah sms permohonannya kemarin yang pada akhirnya merenggut hari santaiku, fuh! Dasar Rano! Gara-gara makan Bebek Pak Slamet tuh yang sambelnya biji semua itu jadi mecret-mencret, iuuuhhh... how gross!
Jadi... mau kemana nih sisa hari Minggu? Hmmm, males pulang kalau sudah telanjur pergi keluar begini.Yaaah daripada daripada cuci  mata ke mall yang pada akhirnya bukan cuma sekadar liat-liat, gimana kalau.... nengokin Rano? Oke! Belanja buah dulu ah buat my Nono...

***

"Nih gue beliin buah-buahan, kurang baik apa sih sobat lo ini, udah gantiin siaran di hari bebas gue, beliin buah pula dengan duit sendiri"
"Pamrih neh... pamrih..."

"Hahahaha, bercanda lah, Nonoooo... tawaku sambil menepuk pundaknya"

Aku berjalan ke dapur minimalis milik Nono, bermaksud cari pisau untuk memotong buah-buahan dan menikmatinya berdua.

"Duh! dimana lagi sih pisau,No?! udah gue bilang kan simpen di satu tempat itu sendok, garpu, peso, biar ga susah gini nyarinya sih ah!"

"Enjeh, Bu... ada di kamar mandi kayaknya"

"Ngapain pisau di kamar mandi? Percobaan bunuh diri lo?? mau beset urat nadi, gitu ya?
"Yeh... sadis amat pikiran lo, cincin gue nyangkut sih di saluran wastafel", dan aku hanya menggeleng

Aku dan Nono sama-sama menikmati buah kami. Tertawa-tawa seperti biasa, sesekali, hmmm well sering sih... obrolan kami terputus karena gejolak usus Nono tak tertahankan...

Nono keluar dari kamar mandi dengan wajah yang memelas dan meringis, sedikit berkeringat kurasa. Nono mengusap-usap perutnya dan duduk kembali bersamaku.

"Jadi... kapan nih Alona lanjut S2? Dalam negeri atau luar negeri nih?"

"Nooooooooo... stop acting like my family!!" sambil mencubit perut Nono yang memicu kontraksinya kembali

Sabtu, 19 Maret 2011

Jordhy

Jordhy
“Ssst! Jordhy, Jor..Jor...!”
Samar-samar aku mendengar seseorang memanggilku.
“Heh!” Masih berbisik, Rian menyikutku, memaksaku berhenti terbuai lamunan indahku.
Aku terkejut dan refleks menatap Rian. Ia hanya melirik kuatir pada dosen kami yang ternyata entah sejak kapan memperhatikanku dengan mulut terkatup.
“Kalau kamu mau melamun, kamu bisa keluar dari kelas ini!”

 “Heh, Jor, kok lo bisa-bisanya sih tadi ngelamun di mata kuliah yang like hell gitu! Lo tadi beruntung banget cuma kena semprot kayak tadi.  Sejarah, Man, Bu Sri cuma ngomel, ga ngusir lo beneran! Untung aja lo pinter!”
“And handsome!” Gue segera menambahkan pernyataan Rian.
“Yeah...,” Rian memutar bola matanya dan kami tertawa.
“Tapi sumpah, lo dan Bu Sri mengganggu gue banget tadi lagi asyik ngelamun!” kataku begitu teringat lagi lamunan indahku tadi yang sempat terusik.
“Lo lamunin si doi lagi? Halaaah, lo tuh ya, cuma pisah seminggu aja bisa kayak orang gila gini, apalagi kalo putus!”
“Asal lo kalo ngomong! Gue ga akan putus lah sama dia!” Aku sedikit tersinggung dengan ucapan asal Rian.
“Eitss! Tenang, Man, tenang!”
“Besok dia pulang, gue udah ga sabar pengen ketemu,” kataku setengah curhat.
Rian menepuk pundakku.